Kuetiaw Tancap Anie

By: webmaster | Monday 17 March 2008 - 18:20:38

Anda tentu sudah pernah merasakan mie balap yang biasa dijajakan sebagai sarapan di berbagai tempat. "Kuetiaw Tancap" (baca: ngebut) juga sama dengan mie balap baik cara masak maupun penyajiannya. Memasak bak pemain kungfu dari Shaolin menggunakan kuali super besar, tungku kayu panas membara, alat masak standar dan piring di tangan kiri untuk membantu menahan dan mengaduk. Memang seperti ritual memasak di kuil Shaolin. Anda tidak akan percaya bila pekerjaan yang tidak mudah ini dilakukan oleh wanita!

Kuetiaw tancap, seperti juga mie balap, adalah kuetiaw polos dengan sedikit sayuran, tauge dan garam. Tanpa tambahan apapun. Memang disajikan sebagai makanan dasar (basic food) yang tidak membahayakan kesehatan dan milik semua kalangan. Tidak cuma kuetiaw polos saja yang ditawarkan, tersedia juga mie, bihun dan nasi goreng. Anda juga bisa memesannya untuk digoreng telur dengan sedikit tambahan biaya.

Semangat Anie (pemilik) dalam berbisnis memang patut diacungi jempol! Pertama kali berjualan nasi vegetarian di pasar Perguruan setiap che it cap go (tgl 1 dan 15 setiap bulan lunar, hari puasa umat buddha berpantang makan daging) kemudian menjual lontong kacang harian (kurang berhasil) di tempat yang sama, kemudian sukses dengan menjual "Kuetiaw Tancap". Diperkirakan pada awalnya sekitar 50 kg kuetiaw laku terjual setiap hari. Dengan saingan yang semakin banyak di kawasan sekitar, sedikit banyak juga mengurangi omset harian Anie.

Tidak ada resep rahasia dalam kuetiaw tancap ini. Harga yang sangat ekonomis menjadikannya cocok menjadi makanan/jajanan rakyat. Mengenyangkan perut? Pasti! Di mana lagi anda bisa mendapatkan makan malam seharga Rp 3000?

Informasi

  • Harga: Rp 3.000,-
  • Tempat: Kawasan rumah susun Sukaramai


Komentar: 1